NEGERIKU
Disetiap hari Aku menghela nafas ditengah Negerei yang semakin sumeraut ini. Setiap Aku sarapan, makan siang dan makan malam ditemani dengan acara berita-berita di Televisi. Selalu ada saja berita-berita yang mengejutkan yang ada dinegeri tercinta ini. Yang paling mengejutkan tentang masalah pelecehan seksual terhadap anak-anak. Sungguh bejad orang-orang itu. Namun yang paling mencengangkan adalah kasus-kasus Korupsi yang semakin hari semakin menjadi-jadi bahkan tak ada lagi rasa takut pada Tuhan. Dimana moral orang-orang itu?
Apa sebabnya hingga mereka bis dengan mudahnya melakukan tindakan korupsi?
Entahlah?
Namun aku mencoba untuk mencari tahu kebenaran. Tahun 2013 aku sudah menginjak umur 17 tahun. Dan tahun itu pula adalah kali pertamanya aku mengikuti pemilihan kepala desa. Dan saat itulah aku mengerti bahwa inilah awal dari asal-usul para petinggi melakukan Korupsi.
Dan Tahun ini tepatnya umurku menginjak 18 tahun Aku lulus dari SMA. Aku selalu bertanya pada teman-temanku mau jadi apa setelah lulus SMA?
Ada yang bilang ingin menjadi Guru, Bidan, Dokter, Polisi, Tentara dan sebagainya. Namun yang paling banyak adalah tidak tahu.
Aku senang, masih ada teman-temanku yang memiliki cita-cita. Namun diantara semua cita-cita itu, yang jadi perhatianku adalah Polisi dan Tentara. Banyak yang bilang bahwa menjadi seorang Polisi itu sulit, sudah menjadi rahasia umum bahwa untuk menjadi seorang Polisi dan Tentara butuh biaya yang sangat-sangat banyak.
Dan ini pula yang menjadi asal-usul kecurangan dikalangan petugas keamanan Negara.
Beberapa waktu yang lalu Aku mengikuti pemilihan anggota legislatif. Banyak sekali orang-orang yang mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif. Dan lagi-lagi, kecurangan terjadi.
Senin malam, tepatnya 09 Juni 2014, ada sebuah acara debat yang diadakan oleh KPK yang disiarkan oleh sebuah stasiun televisi swasta. Ada dua calon presiden dan calon wakil presiden, mereka adu visi dan misi. Aku pun tak mau ketinggalan untuk menonton perdebatan tersebut. Menurut saya, perdebatan tersebut sangat tidak etis, karena salah satu kandidat melontarkan pertanyaan yang menurut saya tidak pantas untuk ditanyakan. Dan menurut saya, orang tersebut juga tidak semestinya mempertanyakan pertanyaan tersebut, karena orang tersebut sudah sangat berpengalaman. Apakah mereka tidak tahu arti dan aturan Berdebat dalam KBBI?
Satu pertanyaan yang menjadi perhatian saya adalah soal Korupsi. Kandidat satu mengatakan bahwa para pejabat takut jikalau nanti mereka pensiun tidak memiliki kualitas hidup yang memadai, dan para pejabat pula sudah mengeluarkan dana kampanye yang sangat besar untuk menarik suara rakyat. Jadi Gaji mereka harus ditingkatkan. Itu bukan solusi yang bagus. Masih banyak masyarakat yang miskin Pak, seharusnya para pejabat bersyukur.
Sama seperti Pemilihan kepala desa yang ada serangan pajar, pemilihan legislatif kemarin pun juga ada serangan pajar. Saya sendiri yang bersaksi!
Jadi intinya para pejabat korupsi karena ingin modal mereka kembali lagi, dan modal yang sudah mereka keluarkan itu untuk menyogok rakyat supaya memilih mereka. Sungguh ironis memang, tapi inilah kenyataan.
Disisi lain, kandidat kedua mengatakan bahwa kita harus memakai politik uang. Ya Allah Pak, mau pakai politik uang bagaimana?
Upah orang nyensus saja dikorupsi. Dipusat tiap orang kebagian Rp. 2jt tapi yang sampai hanya Rp. 300rb saja.
Mau lapor polisi atau mau lapor KPK?
Omong kosong!
Ternyata bukan hanya pejabat tinggi yang melakukan cara kotor, tapi petugas kepolisian pun melakukan cara kotor.
Bayangkan saja, untuk masuk anggota polisi harus siap menta, fisik dan yang terpenting uang yang sangat besar.
Karena jika tidak ada uang, tidak ada jaminan untuk lolos bahkan yang ada uang pun belum tentu lolos.
Ada teman saya yang mendaftar menjadi anggota kepolisian, dan dia harus mengeluarkan uang banyak untuk bisa lolos disetiap tes. Jumlah uang tersebut juga tidak sedikit.
1jt, 2jt atau 10jt kah?
Tidak! Nominal tersebut sangat jauh, bahkan ada yang bilang untuk masuk kepolisian itu harus menyiapkan uang minimal 100jt. Tapi itu tidak menjamin masuk, karena masih ada orang yang sanggup memberi uang lebih dari itu. Aku memiliki teman yang memiliki sodara seorang polisi, dan dia mengatakan bahwa sodaranya masuk polisi habis uang 750jt. Sungguh kaget aku mendengarnya. Aku langsung berfikir, andai uang tersebut dimanfaatkan untuk hal yang baik seperti kuliah. Pasti bisa sampai S3, bahkan masih ada bayak sisanya yang dapat dimanfaatkan untuk modal usaha.
Tapi ironisnya, kecurangan yang terjadi dikalangan pejabat dan keamanan negara tidak akan ada hentinya selama tidak ada keinginan untuk menghentikannya dihati nurani masing-masing pejabat dan keamanan negara. Karena seperti tadi, mereka harus mendapatkan modal yang mereka keluarkan untuk masuk keintansi negara.
Dan lagi-lagi, Rakyat kecilah yang menjadi korban dan akan terus sengsara.
Aku menulis artikel ini bukan semata berdasarkan imajinasiku, tapi Aku menulisnya karena pengalaman yang aku alami sendiri. Dan disini aku sangat merasa prihatin, karena para petinggi negara tidak mencintai negaranya sendiri.
Adakah keinginan mereka untuk memajukan Negara?
Comments
Post a Comment
Harap setelah membaca Postingan beri komentar dengan kritik dan saran yang membangun. supaya blog ini dapat terus berkembang. Jangan lupa untuk share artikel dengan klik tombol Google+, Facebook, Twitter, Dll. Terima kasih :)